PROYEK PENGADAAN SMARTBOARD 2025 DINAS PENDIDIKAN DEPOK MENJADI ATENSI APH

Ilustrasi

Pandawanews//Depok

pengadaan smartphone atau papan tulis pintar di beberapa provinsi telah menelan korban seperti di Sumatera Barat, akankah mahal serupa terjadi di Jawa Barat khususnya di kota Depok di mana pengadaan smartphone dari tahun 2024 2025 saja anggaran yang sangat-sangat besar mencapai hampir 60 sampai 80 miliar lebih,

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga telah meminta agar Pemerintah Kota Depok mengevaluasi anggaran pengadaan papan tulis interaktif tahun 2025 pada akhirnya terbukti adanya indikasi pengaturan ke merek tau penyedia tertentu hingga dugaan Mark up sehingga negera merugikan akibat kelebihan bayar

Namun, proyek tersebut tetap berjalan hingga terealisasi dengan nilai kontrak mencapai Rp30,8 miliar.

Dalam rekomendasinya, BPK meminta Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Pendidikan agar lebih optimal mengawasi proses pemilihan penyedia, mempertanggungjawabkan potensi ketidakwajaran harga, serta memberikan sanksi kepada PPK yang dinilai tidak mematuhi ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah.

BPK juga meminta tindak lanjut rekomendasi tersebut dilakukan dalam waktu 60 hari setelah LHP diterima.
Terkait pengembalian uang yang telah dijelaskan dalam BPK hingga kini diduga pengembalian uang terkait demon BPK sebesar 2,7 miliar tersebut belum dikembalikan seutuhnya

Dalam pemeriksaan tersebut, BPK menemukan adanya selisih ketidakwajaran harga sebesar Rp2.777.207.207,12.

Rinciannya, sebesar Rp2.376.126.125,75 pada paket SD dan Rp401.081.081,37 pada paket SMP

Lembaga swadaya masyarakat yang tergabung. Dalam galak gerakan lembaga anti korupsi Deni Kami akan melaporkan dugaan korupsi pengadaan papan tulis interaktif ini ketipidkor mabes Polri mengingat Nilai proyek sepanjang tahun 2024 hingga 2025 mencapai 60 milyar,dan jelas temuanBPK meyebut adanya penyalahgunaan jabatan PPK dan Pengembalian uang sebesar 2.7 milyar diduga duga belum selesai dikembalikan,hingga berita ini diturunkan PPK maupun kepala dinas pendidikan. Belum dapat dihubungi@team