{"id":2796,"date":"2026-08-29T02:43:04","date_gmt":"2026-08-29T02:43:04","guid":{"rendered":"https:\/\/pandawanews.my.id\/?p=2796"},"modified":"2026-08-29T02:48:43","modified_gmt":"2026-08-29T02:48:43","slug":"pakp-lampung-segera-laporkan-dugaan-monopoli-perdangan-dan-korupsi-makan-minum-bpkad-dan-beberapa-opd-dipropinsi-lampung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pandawanews.my.id\/?p=2796","title":{"rendered":"PAKP LAMPUNG &#8220;Segera Laporkan dugaan Monopoli perdagangan dan Korupsi makan minum BPKAD dan beberapa Opd dipropinsi Lampung"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_2797\" aria-describedby=\"caption-attachment-2797\" style=\"width: 399px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/pandawanews.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/images-1.jpeg\" alt=\"\" width=\"399\" height=\"501\" class=\"size-full wp-image-2797\" srcset=\"https:\/\/pandawanews.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/images-1.jpeg 399w, https:\/\/pandawanews.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/images-1-239x300.jpeg 239w\" sizes=\"auto, (max-width: 399px) 100vw, 399px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2797\" class=\"wp-caption-text\">ilustrasi KPK<\/figcaption><\/figure>\n<p>* <strong><em>PENGADAAN MAKAN MINUM RP 600 Jutaan di BPKAD LAMPUNG, PAKP segera tindak lanjuti <\/strong><\/em><\/p>\n<p>*BANDAR LAMPUNG, http:\/\/pandawanews.my.id* \u2014 Pengadaan makan dan minum di lingkungan *BPKAD Provinsi Lampung* tahun anggaran 2025 diduga bermasalah, Diduga terjadi praktik monopoli dan mark up yang melibatkan 2 perusahaan yang sama secara berulang.<\/p>\n<p>Anggaran untuk kegiatan makan minum di BPKAD tahun 2025 sendiri diduga mencapai *lebih dari Rp600 juta*.<\/p>\n<p>Berdasarkan data yang dihimpun, hampir seluruh pengadaan makan minum di BPKAD diduga dikerjakan oleh *2 perusahaan* saja, yakni *CV Kandita* dan *CV Dian Novita Sari*.<\/p>\n<p>Padahal sesuai *Perpres No. 12 Tahun 2021* tentang Pengadaan Barang\/Jasa Pemerintah, instansi didorong untuk merotasi penyedia dan memberdayakan pelaku usaha lokal agar tidak terjadi monopoli. <\/p>\n<p>Untuk nilai di atas pagu tertentu wajib melalui tender terbuka. Untuk nilai kecil bisa melalui E-Purchasing atau Pengadaan Langsung dengan prinsip persaingan sehat.<\/p>\n<p>*PAKP Lampung: Diduga Ada Rekayasa SPJ dan Markup*<br \/>\nKetua *PAKP Lampung, Ibnu menyoroti keras dugaan ini. Ia menduga kuat adanya rekayasa pada dokumen pertanggungjawaban.<\/p>\n<p>&#8220;Kami meyakini dan meragukan SPJ lampiran nota-nota pembelian makan minum, mulai dari surat pesanan hingga BAST, diduga telah direkayasa dan ada indikasi mark up,&#8221; ujar Ibnu, Minggu 24\/8\/2026.<\/p>\n<p>Ibnu juga menyebut praktik serupa diduga terjadi di beberapa OPD lain.<br \/>\n&#8220;Kami akan melaporkan BPKAD Lampung ke Kejaksaan Tinggi Lampung, Bidang Pidsus, untuk memeriksa proyek makan minum ini. Tidak hanya BPKAD, tapi juga di *BAPENDA, Dinas PMD, Bagian Umum Setda, dan Sekretariat DPRD Lampung*,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, selama ini persoalan makan minum di OPD jarang tersentuh dan tidak pernah diaudit secara publik.<br \/>\n.<\/p>\n<p>&#8220;Praktik monopoli ini diawasi KPPU berdasarkan UU No. 5 Tahun 1999. Kami mendesak APH turun agar tidak ada lagi kebocoran anggaran,&#8221; pungkas Ibnu.<\/p>\n<p>*PLT Kepala BPKAD tahun 2025 Belum Beri Jawaban<br \/>\nPihak pandawanews.my.id telah berupaya mengkonfirmasi kepada PLT Kepala BPKAD Provinsi Lampung Tahun 2025, Nurul Fadri. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada jawaban.<\/p>\n<p>Pertanyaan publik pun muncul terkait komitmen PPK kegiatan di BPKAD yang memilih bungkam.<\/p>\n<p>akan kupas di edisi berikutnya terkait dugaan monopoli perdagangan di dinas\/badan lain di lingkungan Pemprov Lampung,&#8221; tutup Ibnu.@tem<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>* PENGADAAN MAKAN MINUM RP 600 Jutaan di BPKAD LAMPUNG, PAKP segera tindak lanjuti *BANDAR&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2796","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pandawanews.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2796","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pandawanews.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pandawanews.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pandawanews.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pandawanews.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2796"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/pandawanews.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2796\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2802,"href":"https:\/\/pandawanews.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2796\/revisions\/2802"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pandawanews.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2796"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pandawanews.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2796"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pandawanews.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2796"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}