{"id":2597,"date":"2026-07-08T07:23:27","date_gmt":"2026-07-08T07:23:27","guid":{"rendered":"https:\/\/pandawanews.my.id\/?p=2597"},"modified":"2026-07-08T07:43:25","modified_gmt":"2026-07-08T07:43:25","slug":"dugaan-bermasalah-spmb-smpn-7-bandar-lampung-ada-instruksi-dari-bunda-eva","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pandawanews.my.id\/?p=2597","title":{"rendered":"Dugaan bermasalah spmb SMPN 7 Bandar Lampung berkaitan adanya instruksi dari walikota"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/pandawanews.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_20260704_143601.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"436\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2598\" srcset=\"https:\/\/pandawanews.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_20260704_143601.jpg 800w, https:\/\/pandawanews.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_20260704_143601-300x164.jpg 300w, https:\/\/pandawanews.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_20260704_143601-768x419.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/p>\n<p>Pandawanews.my.id<br \/>\nViralnya adanya temuan ombudsman terkait dengan bermasalahnya semua spmb SMP se-kota Bandar Lampung jadi atensi aparat penegak hukum untuk turun menyelidiki dugaan adanya komando atau perintah intruksi dari orang nomor satu di Kota Bandar Lampung ini sepertinya menuju pada isu kebenaran. Konfirmasi awak media kepada salah satu kepala sekolah di SMP Negeri 7 Bandar Lampung saat ditemui di ruang kerjanya terkait dengan gagalnya siswa yang diterima di sekolah SMP Negeri 7 Kota Bandar Lampung sementara yang menjadi pertanyaan dan kecurigaan di tahun tahun sebelumnya kakak dari siswa yang mendaftar dan ditolak ini diterima di SMP tersebut melalui jalur domisili.<\/p>\n<p>Kepala sekolah menjawab sepertinya hal ini terjadi dikarenakan map yang terkadang tidak sesuai dengan jarak dan sistematis yang berbeda,<\/p>\n<p>Kepsek SMP Negeri 7 Bandar Lampung Ibu Juwariah tidak sesuai dengan juknis jalur penerimaan pada domisili yang seharusnya adalah 40% namun tidak mencapai dikarenakan masuk kepada jalur afirmasi atau siswa tidak mampu, sempat terucap oleh Kepala Sekolah bahwasanya adanya instruksi Bunda Eva atau walikota Bandar Lampung terkait dengan diterimanya semua jalur afirmasi atau jalur billing tahun ini,, Apakah penjelasan ini adalah satu bentuk instruksi dengan tidak ditetapkannya juknis spmb tahun 2026 terkait dengan kuota jumlah jalur masing-masing yang sudah ditetapkan<\/p>\n<p>OMBUDSMAN RI Perwakilan Lampung bukan lagi menyarankan, tapi mengultimatum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bandarlampung untuk membereskan kecurangan terstruktur dalam pelaksanaan SPMB SMP Negeri tahun 2026.<\/p>\n<p>SPMB harus ditunda, hasil Jalur Prestasi dan Jalur Afirmasi ditinjau ulang. Kata kuncinya \u201cHARUS\u201d, bukan \u201csebaiknya\u201d dan bukan \u201cdisarankan\u201d.<\/p>\n<p>Artinya, semua pengumuman hasil SPMB, termasuk daftar ulang batal demi hukum, sampai Ombudsman bilang \u201clanjutkan\u201d.<\/p>\n<p> seperti adanya komando dikerjakan berjamaah: ada komando, ada yang merintah, ada yang melaksanakan. Dari atas sampai bawah. Sejak awal patut menduga bahwa kebijakan sebesar ini, yang menyangkut ribuan kursi dan masa depan anak, tidak mungkin lahir dari ruang kerja Kadisdik seorang diri.<\/p>\n<p> statement Kepala Sekolah SMP Negeri 7 Bandar Lampung menjadi kecurigaan publ ketika menjelaskan konfirmasi dan klarifikasi terkait spmb di SMP 7 yang juga menjadi salah satu temuan ombudsman yang mengatakan spmb penerimaan siswa murid baru semua jalur bermasalah sempat terucap oleh ibu Juwariah mengatakan bahwa instruksi Bunda Eva atau walikota Bandar Lampung untuk mengutamakan dan menerima semua siswa jalur afirmasi ataupun jalur siswa tidak mampu, apakah statmen kepsek ini menjadi alasan pelanggaran. Juknis spmb SMP tahun ajaran   2026\/2027 karna tekanan n atasan @ibnu<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pandawanews.my.id Viralnya adanya temuan ombudsman terkait dengan bermasalahnya semua spmb SMP se-kota Bandar Lampung jadi&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2597","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pandawanews.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2597","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pandawanews.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pandawanews.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pandawanews.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pandawanews.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2597"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/pandawanews.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2597\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2603,"href":"https:\/\/pandawanews.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2597\/revisions\/2603"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pandawanews.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2597"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pandawanews.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2597"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pandawanews.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2597"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}